Let's see

Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2011

'Balerina' Menari-nari di Taman Menteng

  Efek Rumah Kaca (ERK), band yang satu ini memang tidak pernah habis cara menghipnotis para pecintanya. Lirik-lirik yang tidak biasa dipadu dengan aransemen yang selalu mengejutkan membuat penampilan ERK selalu menarik. Seperti yang terjadi sore itu, hanya bermodal lapangan parkir sempit 711 Menteng ERK berhasil membentuk paduan suara masal.
  Meski Adrian (bass) tidak lagi menemani, namun ERK tidak kehilangan gregetnya. Hans yang saat ini menjadi additional player dengan menggantikan Adrian, mampu membuat ERK tetap memukau.
  Balerina, Desember, Belanja Terus Sampai Mati, hingga Mosi tidak percaya dibawakan dengan mulus sore itu. Kontan saja sudut 711 Menteng berubah menjadi arena konser mini. 
    Mungkin bagi sebagian pengendara mau pun penumpang angkutan umum yang lewat kala itu, tak banyak yang mengetahui siapa sih yang berhasil bikin keramaian seperti itu. Bukan Armada, ST 12 atau bahkan Ungu. Ya, mereka hanya ERK. Meski tak banyak masyarakat umum yang paham lagu-lagu mereka namun kehadiran mereka di blantika (tsaaahhhh) musik tanah air memberi warna dan influence sendiri bagi para penggemarnya. Jaya selalu musik Indonesia! *halaah...

Meski tak banyak berinteraksi dengan penonton namun Cholil dkk selalu berhasil membuat penonton menikmati penampilan mereka dan tersenyum setiap kali mereka menyeletukkan berbagai hal

Kenakalan Remaja di Era Informatika, adalah salah satu single ERK yang banyak beredar di radio-radio seantero Indonesia. Lagu ini mengkritisi perkembangan teknologi yang berimbas pada kenakalan remaja, dan ERK berhasil meramunya menjadi lirik yang tidak biasa namun tetap asik didendangkan

Cholil dan Akbar tak lantas mundur setelah Adrian basis mereka menderita retinis pigmentosa yang membuat penglihatannya semakin mengabur. Mereka terus berkarya dengan menggaet Hans yang awalnya merupakan basis grup C'mon Lennon. Cholil Cs mendedikasikan sebuah lagu berjudul "Sebelah Mata" untuk Adrian.

  

Senin, 06 Juni 2011

Dari Kami Untuk Kami dengan Band Kesukaan Kami

Hola!
"Dari Kami Untuk Kami dengan Band Kesukaan Kami"... Rasanya ini dia tema yang diusung oleh para insurgent army(sebutan fans The S.I.G.I.T)
   Sabtu 28 Mei 2011 lalu adalah hari yang nyenengin banget. Karena eh karena, hari itu The S.I.G.I.T manggung! Spesialnya karena acara yang diadain Insurgent Army Jakarta bertajuk Foundry of Secrecy ini menampilkan The S.I.G.I.T secara full. Ya, semacam mini konser merekalah.
  Foundry of Secrecy memang bukan untuk kali pertama diadakan, ini merupakan event kedua yang dibuat para fans band asal Bandung tersebut. Jadi, pertama diberitahu tentang acara ini kita belum diberi tahu dimana tempat penyelenggaraan gigs. Uniknya setelah tiket dibeli barulah kita diberi tahu lokasinya, itu pun masih belum terbayang tempatnya seperti apa.
   Makanya Sabtu 28 Mei lalu saya dan 5 orang teman berangkat mencari lokasi gigs The S.I.G.I.T ini. Tadinya saya pikir lokasi gigs di Univeritas Jayabaya Pulomas, karena itu yang diberitahu panitia saat membeli tiket. Nyatanya tempatnya memang berada diantara Universitas Jayabaya dan Universitas Negeri Jakarta Pulomas. Sebuah gudang milik sebuah perusahaan pembangkit listrik daerah.
  Sesampainya disana ternyata banyak juga insurgent army yang datang. Hebatnya lagi tidak hanya dari sekitaran Jakarta, namun juga dari Bandung, Yogyakarta, Malang, Bogor, dan sebaganya. Acara dibuka oleh beberapa band diantaranya Savior dari Yogyakarta, The Peables dari Jakarta, dan The Karockes yang juga dari Jakarta (panitia). 
   Barulah setelah ketiga band tersebut memanaskan suasana Rekti, Farri, Acil dan Adit pun mengguncang panggung (halaaah). Up and Down yang merupakan single terbaru dari album Visible Idea Of Perfection, Hertz Dyslexia part II dibawakan sebagai pembuka dengan sangat ciamik.
   Lalu, disusul dengan lagu-lagu selanjutnya dari album-album The S.I.G.I.T lainnya. Dan jujur saya sangaaattt puas menyaksikan penampilan The S.I.G.I.T malam itu. Jika biasanya saya hanya menyaksikan The S.I.G.I.T membawakan 3-5 lagu, malam ini kurang lebih 21 lagu dibawakan dengan amaaat mulus oleh Rekti CS. Awesome!!! 
   Dan dua lagu yang jadi favorit saya malam itu adalah Bhang dan Nowhere End. Kenapa? karena di lagu Bhang saya baru tahu bahwa Rekti juga memainkan recorder. Sementara Nowhere End malam itu dibawakan dengan dua pemain drum Acil dan Tama. It's damn cool!!!
   Black Amplifier menutup gemerlap secret gigs malam itu, kalau mau jujur kami pasti tidak mau Adit dkk menghentikan permainannya. Tapi, cukuplah penampilan mereka di secret gigs kali ini membawa kepuasan bagi kami semua. Good luck The S.I.G.I.T, terus ciptakan dentuman-dentuman yang menghangatkan suasana. *jiaaahhhh

Senin, 07 Maret 2011

Sejumput Kisah dari Java Jazz Festival 2011

   Pagi itu seorang teman mengirim pesan singkat yang isinya, "Mau tiket gratis Java jazz ga lo?"
   Widiiihhh, kontan saya langsung merespon cepat, "Mauu banget lah!!!asiiikk!!"
   Alhasil, inilah untuk kali pertama saya datang ke event internasional yang sudah berlangsung selama 7 tahun. Gembar-gembor Java Jazz Festival memang selalu ramai diperbincangkan. Bahkan, jauh sebelum acara ini berlangsung. Dari tahun ke tahun saya hanya mendengar ramai-ramainya saja tanpa berkesempatan menghadirinya. Maklumlah selain saya bukan penggemar fanatik jazz, harga tiket untuk acara ini pun lumayan mahal. 
   Tapi, kalau yang namanya gratisan siapa yang bisa menolak. hehe...
   Berangkatlah malam itu bertiga dengan teman menghadiri Java Jazz pertama saya. Waw! Luar biasa baru sampai depan Jiexpo saja antrian parkir kendaraan sudah sangat panjang. Setelah selesai dengan urusan parkir memarkir. Kami pun tak membuang banyak waktu, langsung saja masuk ke dalam. 
   Penampilan pertama yang saya saksikan adalah penyanyi bertubuh mungil asal negeri sendiri, Andien. Yup, penampilan Andien memang tak perlu diragukan lagi, suaranya yang ringan dan menyenangkan menurut saya berhasil membawakan beberapa singlenya dengan sangat apik. Kontan saja para penonton sangat terhibur dengan performa Andien kala itu.
   Sayang, kami hanya kebagian 2,5 lagu terakhir dari Andien. Selesai menyaksikan Andien kami kembali berkelana. Singgahlah kami di penampilan musisi yang mengusung electric Jazz, Jamie Lidell. Meski saya tidak terlalu mengerti soal jazz, but that's so cool! penampilan energik Lidell sangat menghibur. Penonton yang menyaksikan aksinya pun mau tak mau ikut bergoyang.
   Sayangnya saya masih ingin mencoba mengunjungi panggung-panggung lain, maka kami tinggalkan Lidell dan menuju aksinya Maurice Brown. Suasana hall tempat Maurice Browm ini manggung sungguh menyenangkan. Para penikmat jazz bisa menyaksikan penampilan Brown sambil duduk santai bahkan tiduran. Ruangan berpendingin, lantai yang dialasi karpet, penonton yang tak terlalu padat merupakan kombinasi menyenangkan. 
   Penampilan selanjutnya dan kami cukup nantikan adalah aksi dari Tohpati Bertiga. Waw, Tohpati, Indro dan Bowo. Aksi mereka dalam membawakan beberapa lagu tak pelak mengundang decak kagum para penonton. Luaaaarrrrr biasaaaa!!! Akan tetapi buat saya yang tidak terlalu addict dengan jazz rasanya agak membosankan. Ternyata tidak saya sendiri, saat melihat sekeliling tak sedikit penonton yang tertidur di bangku mereka. hahahaha... Saya jadi punya ide menarik untuk menjadikan jazz musik pengantar tidur kelak.
   Huaahh... Hari semakin larut, Java Jazz pertama saya pun ditutup penampilan dari Dira Sugandi yang berkolaborasi dengan Dwiki Darmawan dan Angklung Mang Udjo. Hanya satu kata untuk kolaborasi mereka, Awesome!
   Waktu menunjukan pukul 01.00. Yup! saatnya pulang. Lelah hari ini terbayar dengan penampilan-penampilan mengagumkan para pengisi acara. Meski Santana, John Legend,  dan Four play tidak berhasil saya saksikan (karena tiketnya yang harus bayar lagi dan mahal :D ) tapi saya cukup puas. Terima Kasih sangat untuk Ibnu yang sudah memberikan saya (tiket) pengalaman pertama menyaksikan Java Jazz Festival. Oh ya satu lagi kesimpulan saya, melihat antusiasme pengunjung saya menyimpulkan dua hal pertama ternyata selera musik bangsa ini masih cukup bagus atau rakyat di negara ini cukup makmur. :D