Let's see

Tampilkan postingan dengan label foOd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foOd. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Emmm... Yummy Tuna Pizza \(^o^)/

   Pizza.... pizza... pizza!!! Siapa yang tidak suka pizza? Hidangan yang terkenal dari Itali ini sudah lama masuk dan banyak ditemui di Indonesia. Jika dulu restoran pizza yang kita tahu menyajikan hidangan ini hanya sebatas Pizza Hut maupun Izzi Pizza, lain halnya sekarang. Banyak restoran menyajikan  menu pizza sebagai salah satu menu andalan mereka. Ragamnya pun bervariasi, mulai dari pizza yang dipanggang di oven seperti pada umumnya hingga yang dibakar ditungku. Jenisnya pun kian beragam ada yang disajikan berupa pizza dengan roti tebal, roti tipis dan kering, hingga yang dilipat menyerupai pastel raksasa (calzone).
   Membahas mengenai restoran yang menyajikan pizza sebagai salah satu pilihan menunya sangat banyak di Jakarta dan sekitarnya. Harganya pun dari yang cukup ramah hingga yang galak banget sama kantong kita. Nah, yang mau saya bahas kali ini adalah salah satu resto di salah satu mall besar di kota Depok. di dalam mall ini ada sebuah resto bernama Barra Di Cafe. Tertarik dengan tampilan tempatnya yang kelihatan cozy saya pun menyempatkan diri untuk mampir.
   Tempat sudah dapat nilai cukup baik, saatnya memesan makaaannnn!!! Sebenarnya banyak menu yang ditawarkan namun pilihan saya jatuh pada Tuna Pizzanya. Biasanya untuk tempat makan baru yang belum teruji rasanya saya seringkali memilih pizza. Sebab pizza merupakan salah satu makanan amanlah untuk urusan rasa. Satu loyang pizza saya pesan sore itu dengan ditemani milkshake chocolate.
   Tak lama minuman saya sampai duluan, saya langsung menyeruput segelas milkshake yang hadir dihadapan saya. Kesan pertama pada sajian pertama aman, rasa milkshakenya pas tidak terlalu manis tapi juga tidak hambar. Enak deh! Kemudian tak lama pizza saya pun tersaji, sepintas terlihat enak. Langsung saja saya ambil satu slice dan langsung memasukan tuna pizza dengan mozzarella yang masih terlihat hangat kedalam mulut. Wow, amazing! Rasa tuna pizzanya enak, enak banget malah menurut saya. Mereka juga menyajikan semacam entah saus apa di dalam piring kecil untuk menemani makan pizza. Yah, untuk kali ini saya akui rasa pizzanya enak banget. Saya sampai tidak sadar telah menghabiskan hampir setengah loyang. Sampai-sampai saya lupa mengabadikan Si Pizza.
    Jadi, kesimpulan saya terhadap resto yang baru saya kunjungi sore itu, memuaskan! Yup, dari segi tempat, harga, pelayanan, dressing makanan, hingga yang paling utama rasa hidangan itu sendiri sangat memuaskan. Next saya akan coba menu lainnnya.

Selasa, 21 Juni 2011

Wow Otak-otak Super Duper

   Makan... makan lagiiiiii!!! Pernah makan otak-otak? Bukan... bukan otak-otak yang di rumah, tapi otak-otak yang biasa dijajakan dengan sepeda berkeliling. Iyaaa... yang dibungkus daun pisang dibakar dan dimakan dengan sambal kacang.
   Ada yang pernah mendengar soal otak-otak A.N Binatu? Buat sebagian orang mungkin sudah tidak asing atau bahkan sudah mencicipi kedahsyatannya. Untuk saya sendiri baru beberapa waktu lalu saya yang cukup penasaran dengan kemahsyurannya menjejakkan kaki di otak-otak ini.
   Letaknya di Jalan Sangaji, Jakarta Pusat lokasinya cukup mudah ditemukan sebab berada di pinggir jalan. Jika dilihat dari tempatnya, saya hampir tidak yakin inilah otak-otak yang terkenal itu. Namun, melihat jejeran mobil yang memadati sepanjang parkiran dan ramainya pengunjung rasanya benar ini tempat otak-otak Binatu. Lebih-lebih papan nama di depan toko.
   Setelah sampai, tempatnya cukup unik menurut saya. Jejeran kelapa muda memenuhi bagian depan toko, sebelah kanan dikhususkan sebagai tempat membakar Si Otak-otak. Baru saja duduk seorang pelayan dengan sigap menanyakan pesanan saya. Satu porsi otak-otak, es kelapa jeruk, es teh manis dan bacang ayam jadi menu yang saya pilih siang itu. (hussh, jangan pikir saya menghabiskannya sendiri ini porsi untuk 2 orang).
   Tak lama berselang semua pesanan datang, emmm... saya sungguh tak sabar menikmatinya. 4 buah otak-otak langsung memenuhi perut saya. Dan memang sungguh berbeda dengan otak-otak yang dijual di pinggir-pinggir jalan. Rasa ikannya begitu terasa, ukurannya yang jumbo pun menambah nikmat saat mencocolkannya ke saus kacang. Eh, ada lagi yang unik es kelapa jeruk disini dibuat dengan cara mengaduk perasaan jeruk dengan air kelapa. Juara deh es kelapa jeruknya!
  Akhirnya rasa penasaran saya pada tempat makan yang konon telah dibuka sejak tahun 1968 ini terbayar sudah. Menurut cerita, toko ini awalnya merupakan binatu atau semacam laundry. Sang pemilik juga nyambi berjualan otak-otak di depan kios binatunya. Siapa sangka justru otak-otaknya inilah yang lebih terkenal dan masih bertahan hingga saat ini.
  Tapi, kita memang harus merogoh kocek agak dalam untuk menikmati otak-otak Binatu ini. Satu buah otak-otak berukuran 10-15 cm dihargai Rp5000,- perbuahnya. Jadi, kalau saya boleh sedikit memberi penilaian dari segi rasa dan porsi otak-otak ini juara, tempat kurang representative, pelayanan cukup cepat, harga heeeemmmmm lumayan bikin bengong.

Senin, 06 Juni 2011

Waw Mojito !!!

Walaa!!! Review makanan lagi yuk..yuk..yuk... 
    Pondok Indah Mall memang sudah sangat tidak asing bagi sebagian besar orang yang berdomisili di Jakarta bukan? hehehee... Nah, selain terkenal sebagai salah satu tempat gahol Jakarda PIM juga salah satu tempat yang kayaaaaa bener tempat makan seru. 
   Kemarin setelah sekian lama tidak mendaratkan kaki di PIM akhirnya saya menyusuri toko demi toko *halah. Ternyata benar saja, banyaaakkk banget tempat makan baru. Apalagi di food court barunya PIM I. Tapi... tapi... tapi karena kemarin saya baru saja balik kondangan. Saya memilih Pancious yang terletak di PIM II saja sebagai tempat berlabuh. 
   Pancious memang terkenal dengan pancake dan waffle-nya ya So So Yummy!!! Karena sudah sedikit bosan dengan pancake saya pun menatuhkan pilihan pada Double Strawberry Choco Waffle with Chocolate ice cream. Cappuccino, dan teman memesan Mandarin Mojito. Untuk rasa waffle dan cappuccino ya standar lah enak. Adonan waffle sengaja dibuat tidak terlalu manis, dan cukup pas dengan ice cream dan saus cokelat serta potongan strawberry-nya. Cappuccino pun tidak terlalu istimewa.
  Tapi ini nih yang menarik, teman memesan minuman bernama Mojito. Awalnya saya tidak terlalu familiar dengan nama ini. Tadinya saya pikir semacam lemon squash atau sparkling soda. Akhirnya kami pesan Mandarin Mojito. Ternyata hari ini, setelah saya browsing, Mojito merupakan minuman keras Kuba, berisi rum putih, gula, limun, air soda, dan daun mint. Walaah saya baru tahu! Tapi rasanya cukup menyenangkan, dan saya rasa ini tidak seperti mojito aslinya di Kuba. Sebab tidak ada efek apa pun pada diri saya. hehe... sebab rasa soda lebih dominan sepertinya dalam minuman ini. 

Senin, 25 April 2011

Akhirnya Bertemu Sapi Ini

   Hore!!! saya akhirnya bisa mereview juga mengenai tempat steak satu ini. Sudah cukup lama mendengar tentang 'kemasyhuran"-nya tapi belum juga sempat mencicipi. Nah, sore itu saya sekali lagi bersama teman seperjuangan berangkat ke warung steak di bilangan radio dalam ini. Tak sulit ternyata menemukannya, dari arah PIM belok kanan ke arah radio dalam, terus ikuti jalan sampai bertemu dengan Alfa Midi. Nah, Holycow Steak yang temasyhur itu terletak tak jauh sebelum Alfa Midi. 
  Sore itu pukul 17.30 Holycow baru buka, tapi jangan salah warung kecil yang konon menyajikan sajian steak yang yahud itu telah dipenuhi pembeli. Saya salah satu yang harus ikut antrian dalam waiting list. sekitar 45 menit akhirnya kami dapat tempat. Emmm... lama juga kan. Saya sarankan memang datang tidak pada jam buka, karena justru lebih lama mengantri ketimbang datang lebih malam sekitar jam7-8an malam.
  Tanpa pikir panjang sayang dan teman langsung memesan Australian Tenderloin dan sirloin steak, serta 2 gelas lemon tea. Tak lama pesanan kami datang, sepintas saya amati side dish yang disajikan cukup fresh dan banyak yakni bunci yang sepertinya ditumis dengan lada hitam dan kentang goreng. Sementara sausnya saya memesan Mushroom sous sementara teman saya BBQ sous. 
  1, 2, 3, daaan haaappp!!! Saya langsung memasukan sepotong sirloin steak saus mushroom tersebut ke dalam mulut saya, Emmmmm....benar-benar yummy!!! Dagingnya dimasak well done tapi masih sedikit merah sih dalamnya, tapi itu enak banget. Plus... plus... pluss saus mushroomnya juga istimewa. Eh, satu lagi porsinya cukuplah bikin kenyang sampai besok pagi. hehehe... Sementara saus BBQ yaa tidak jauh berbeda dengan saus BBQ lain. Tapi over all... ENAK dan WORTH IT dengan harganya...

Minggu, 24 April 2011

Pawon Nyoenya

    Ngomongin makanan lagi yuk... Sabtu minggu kemarin saya dan teman seperjuangan kembali menjelajah tempat-tempat makan. Tempat makan pertama ada di Margo City Depok, namanya Pawon Nyoenya. tempatnya seperti desain tempat makan lain di Margo cukup menyenangkan. Pawon Nyoenya memiliki desain tempat layaknya rumah makan dengan konsep Jawa yang kental.
  Saya memesan tiga jenis makanan kala itu, nasi goreng hijau, bistik jawa, dan es cokelat. Kita bahas satu-satu ya! Nasi goreng hijau rasanya seperti nasi goreng biasa tapi warnanya dibuat hijau. Tapi tidak terlalu istimewa, malah rasa ikan teri yang dicampur dengan nasi terasa sangat asin. Sementara bistik ayamnya sedikit menghibur rasanya cukup aman, ayamnya lembut namun dibalut dengan tepung sehingga menjadi krispi di luar. Tapi sayuran pelengkapnya saya agak kurang suka, terlalu mentah buat saya yang kurang suka sayuran. Es cokelat yang didaulat sebagai dessert nih yang juara. Es krim cokelat biasa dicampur dengan lempengan semacam biskuit cokelat dan bola-bola biskut cokelat (seperti jajanan zaman SD) ini nikmat sekali.


   Tak perlu khawatir, rumah makan ini memasang harga yang tidak terlalu tinggi kok untuk setiap sajiannya.

Senin, 11 April 2011

Segarnya Si Es Bubur

   Holaaa!!! kalau lama tak update artinya saya sedang terserang virus lasmalas... hehe. Nah, sekarang mo review lagi ah tempat makan. Emm... kali ini bukan tempat makannya sih tapi makanannya eh minumannya eh apa ya ini namanya. Jadi, melihat suhu di jabodetabek yang semakin ekstrim belakangan saya dan teman-teman suatu hari mendamba sebuah hidangan yang dapat melegakan dahaga kami.
   Akhirnya di hari Minggu yang luar biasa cerah seorang teman mengajak saya ke sebuah cafe-cafean sederhana di daerah Bogor. Tepatnya di dekat bekas Pangrango Plaza Bogor. Namanya Rahat Cafe. Sepintas tidak ada yang istimewa dari cafe ini hanya saja teman saya menjanjikan makanan yang baru saya dengar. Yup, namanya es bubur. Saya menduga-duga makanan seperti apa ya es bubur itu, apakah bubur dikasih es?atau es pake sate usus?atau apa yaa..
   Hemm... sesampainya disana saya langsung memesan es bubur tersebut dan satu lagi es salju. dari tampilan di daftar menu kedua pesanan saya begitu menggoda. Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal, keduanya dibandrol dengan harga Rp12.000,- .
   Horey, pesanan pun tiba. Saya pesan es bubur vanilla sementara teman saya yang lain memesan es bubur strawberry dan es salju. Es bubur ternyata merupakan yogurt yang sepertinya di-bland dengan batu es, kemudian diberi potongan buah-buahan. Bedanya dengan es salju, es salju berisi potongan buah yang diberi sirop dan es batu kemudian bagian atasnya diberi eskrim.
   Daaannnnnnn rasanyaaaa,,,,,eemmmmm, enak banget!!! yogurt tidak terlalu masam sehingga sangat menyenangkan saat bertemu potongan-potongan buah tersebut. Cocok banget dengan udara yang sedang hangat-hangatnya siang itu. Es salju juga cukup enak, tapi saya rasa es bubur ini lebih juara. Saat menulis ini pun saya jadi terbayang lagi potongan buah yang dilumuri yogurt tersebut, sluuurrrpppp.....

Senin, 21 Maret 2011

Pizza Kayu Bakar Kedai Kita

   Wokey, lama tak bersua! Kemalasan saya akhir-akhir ini berimbas pada banyak hal, salah satunya ya meng-update isi blog ini. Hehehe... Nah buat nebus semuanya saya dah siap-siap ni me review satu tempat makan yang baru saya coba beberapa waktu lalu.
   Nama tempat ini Kedai Kita, letaknya di Bogor persis di depan Apple Pie. Awalnya saya menemukan tempat ini secara tidak sengaja. Jadi waktu kita lagi asik nyari tempat makan di Bogor kita liat Kedai ini kok ramai sekali pengunjung. Makanya saya dan teman-teman memutuskan suatu hari nyoba makan di Kedai Kita ini. Tidak sampai situ rasa penasaran saya pun diikuti dengan searching mengenai Kedai kita via internet. Sepertinya menarik, sebab tempat ini menawarkan suatu hidangan yang lumayan terdengar unik. Yup, pizza kayu bakar!
Pepperoni Pizza -Kedai Kita              
   Kaya apa sih rasanya pizza yang di bakar dengan kayu bakar. *halaahh* 
   Akhirnya di suatu sore pada hari -Minggu ku turut ayah ke kota- saya langsung meluncur ke rumah makan di kota 'seribu ' angkot ini. Sesampainya disana saya pesan dua menu yang cukup menarik perhatian yakni, Pepperoni Pizza dan Beef Kebab. Seperti layaknya resto yang ramai pengunjung, pesanan saya tiba dalam waktu yang agak lama. 
   Setelah pesanan tersaji di depan mata, langsung saja saya tancap gasssss... maaakaaan! Oke, untuk pizzanya saya agak sedikit mengalami kejanggalan. Soalnya, pizza yang biasa saya temui kebanyakan cukup garing atau padat. Sementara pizza disini agak lembut (dibaca: lembek). Nah, untuk modelnya pun saya agak rancu nih. Kalau American Pizza kan umumnya ber-roti tebal lain dengan Italian Pizza yang sangat tipis dan lumayan garing (ini berdasarkan pengalaman saya makan pizza hut dan izzi). Tapi kok ini agak nanggung ya rotinya tipis ngga tebal juga ngga.  Kalau dari segi rasa lumayan enak, mereka tidak pelit keju dan daging. Hanya saja saya merasa pizzanya sedikit lebih berminyak dari pizza kebanyakan.
  Nah, makanan satu lagi adalah beef kebab. Untuk kali ini saya kasih tiga jempol, maksudnya rasanya cukup menyenangkan. Walau dagingnya agak sedikit keras. Kebab disajikan dalam bentuk sate dengan diselingi paprika dan bawang bombay. Tak lupa french fries sebagai side dishnya.
  Tapi rasa makanan di Kedai Kita lumayan enak. Tapi... tapi... tapi harganya cukup mahal menurut saya jika di compare dengan rasa dan porsinya. Satu lagi yang kurang dari tempat ini, pelayanannya agak lama. 
 But over all, nice place nice food!

Selasa, 08 Maret 2011

Kwetiaw Yamien dan Aneka Seafood Ciamik

   Ngobrolin makanan lagi yuk! Pernah datang ke Yamien 88 Cijantung? Dulu zaman saya SMU tempat makan ini terkenal sekali, apalagi es sarang burungnya. Dulu tempat maka ini hanya punya satu lokasi yaitu di dekat SMU 88 Kalisari. Itulah kenapa namanya Yamien 88. Sekarang rasanya Yamien 88 bisa ditemu di beberapa tempat. Saya pernah liat di Cibubur, Pal, Cijantung dan beberapa tempat lain. 
   Yamien di sini memang terkenal lezat. Sekarang Yamien 88 yang terletak di Kopasus Cijantung yang ingin saya bahas. Waktu itu saya memutuskan makan siang di tempat ini, pas sesampainya disana ternyata rumah makan yamien ini 'berkolaborasi' dengan sebuah rumah makan yang menyajikan hidangan seafood.
   Saat menu datang saya memesan beberapa menu. Merasa bosan jika memilih menu biasa saya pilih kwemien, saat saya tanya pelayan menu apakah gerangan kwemien ini ternyata ini merupakan kwetiaw masak yamien. Hemm, rasanya menarik maka saya pesan satu porsi Kwemien lengkap dengan bakso dan pangsit rebusnya.
    Menu lain yang saya pesan adalah kerang hijau, tumis kangkung seafood dan es jelly leci. Tak perlu menunggu lama hingga semua pesanan tersaji. Langsung sikat, dan ternyata semuanya enak! Kwemien dengan porsi yang pas, kerang hijau yang dimasak sangat bersih, kangkung dengan seafood berlimpah hingga es jelly yang segeeeerrr beneeerrr... Yup, siang itu makan siang saya sukses membuat saya puas dan kenyang. Sambil makan saya jadi sedikit mengingat masa-masa SMU.

Minggu, 27 Februari 2011

10.000 untuk Semangkuk Zuppa Soup

   Sore ini saya dan sepupu memutuskan bersepeda ria. Sudah lama rasanya tak olah raga, dari pada sakit lagi seperti beberapa minggu lalu akhirnya saya putuskan untuk gowes sore ini. Tak jauh kami berputar jalanan dan komplek sekitar rumah. Setelah lumayan lelah bersepeda, sepupu saya mengajak singgah disebuah warung kecil di daerah Komplek Pelni Auri, Depok.
   Dari luar saya melihat warung ini menjual mie ayam dan emm... Zuppa Soup. Menarik, saya dan sepupu pun langsung memesan dua porsi  zuppa soup. Dalam waktu sangat singkat pesanan kami sudah tersaji, dan masih dalam kondisi panas. Mantap! Oke, dari segi rasa lumayan enak. Puff pastry di atasnya sangat renyah. Isi sup pun terlihat banyak macamnya seperti, irisan jagung, ayam, smoked beef, dan emm... semacam piterseli. Tapi sayangnya supnya kurang creamy alias agak encer.
   Saya rasa cukup worth it  dengan harga yang ditawarkan, untuk seporsi zuppa soup kita hnya perlu mengeluarkan 10.000 rupiah. Murah kan?hehe...

Schotel Huis, Yummy!

   Salak Schotel Huis! Pertama melewati tempat ini saya agak kurang yakin dengan namanya, kurang catchy sepertinya. Meskipun tempat yang terlihat dari luar cukup menyenangkan. Tapi malam itu saya dan teman-teman memutuskan mencoba tempat makan di daerah Bogor tersebut. Seperti saya bilang tadi, tempat ini memang cukup menyenangkan untuk sekedar makan, santai sambil berkumpul bersama teman-teman atau dengan pacar. Bangunan resto yang classic dengan cahaya yang tak terlalu terang membuat tempat ini terkesan sejuk, romatis, dan tenang.
   Seperti biasa saya langsung menelanjangi daftar menu yang ada di hadapan saya. Cukup banyak makanan yang ditawarkan, akhirnya saya memesan satu porsi macaroni schotel. Sayangnya persinggahan kami ke tempat itu bukan sebagai tujuan utama jadi hanya saya yang memesan makanan. Teman-teman yang lain hanya memesan minum karena sudah kenyang.
   Tak lama datanglah pesanan yang dinanti, waw, dengan harga 29.000 rupiah porsi yang dihadirkan cukup besar. Bahkan kami bertiga tidak sanggup menghabiskannya (mungkin karena sebelumnya kami juga sudah lebih dahulu makan di tempat lain). Tapi memang porsinya cukup besar. Sekarang masalah rasa, not bad. Keju di atasnya enak banget, tapi rasa macaroninya sendiri ya standarlah.
   Hanya saja tempatnya memang asik banget buat nongkrong bareng teman-teman. Tapi jangan coba-coba datang di atas jam 9 malam. Sebab sudah pasti tidak akan dilayani, tempat ini menerima last order pada jam 9 malam. Setelah perut penuh sesak dengan macaroni schotel saya dan teman-teman pun memutuskan untuk pulang. Banyak tempat nongkrong seru rasanya di Bogor, lain kali kita coba yang lain.

Ini Dim Sum Pertama Saya

 Suatu hari teman dekat saya merekomendasikan sebuah tempat makan yang baru ia lihat di twitter.  Tempat makan ini menawarkan dim sum sebagai menu andalannya. Dengan label Dim Sum Kampoeng, tempat ini sepertinya ingin menawarkan dim sum entah dengan rasa, suasana, atau justru harga kampung.
   Akhirnya berangkatlah akhir pekan ini saya dan beberapa teman mengunjungi Kota Hujan Bogor tempat Dim Sum Kampoeng berada. Setelah sempat mencari-cari berdasarkan petunjuk dari Si Twit, sampailah kita di Dim Sum Kampoeng. Jujur saja kesan pertama terhadap tempatnya tak terlalu menarik buat saya. Nggak sekeren foto-foto yang ditampilkan di Facebooknya.  Setelah memilih tempat yang menurut saya cukup nyaman, saya langsung menelanjangi menu di depan saya.
   Waw, ternyata selain menunya cukup variatif harga yang ditawarkan pun murah (sekali lagi menururt saya).  Saya pun memutuskan memesan satu porsi Hakaw (dim sum isi udang dll kalau tidak salah) dan satu porsi dim sum kombinasi (di dalamnya terdapat empat macam pilihan seperti, hakaw, somay, lumpia, dan satu lagi saya lupa).  Teman saya memesan dua porsi dim sum goreng, dan saya memesan es pala sebagai pendamping.
   Cukup lama hingga akhirnya semua pesanan datang. Tak pakai pikir panjang kami langsung melahap semua dim sum yang tersaji. Ini kali pertama saya mencoba dim sum, dan menurut saya rasanya ya not bad-lah. Untuk dim sum kukus cukup menyenangkan rasanya. Tapi saya kurang suka dim sum goreng, rasanya lebih condong seperti makan gorengan tidak ada yang istimewa.  Eits tunggu saya hampir lupa, ada yang enak banget disini. Yup, es pala-nya!!! Huaah rasanya, emmm, gimana ya enak deh seger banget dan tidak terlalu manis. Tentunya dengan aroma pala yang khas. Sluurpp..
   Oh ya, harga yang dibandrol tempat ini mulai dari 11.000 rupiah untuk tiap porsinya. Tempat makan ini bisa jadi alternatif makan dim sum jika kantong lagi pas-pasan. Pelayanan ditempat ini juga cukup memuaskan, kita bebas meminta tambahan mayonnaise maupun saus dim sum tanpa biaya tambahan. Selamat mencoba!

Pempek? Why Not?

    Hohoho... Banyak makan banyak rezeki, amin! Iya maksudnya kalau masih bisa banyak makan artinya kita masih dikasih rezeki lebih sama Allah kan. Coba bandingkan dengan orang-orang yang masih susah makan di luar sana. Hemm, rasanya tidak berlebihan jika kita bersyukur atas keadaan yang kita miliki saat ini. Right?
   Oke, sekarang saya mau bahas soal makanan khas Palembang, Pempek! Yup, siapa yang belum pernah mencoba jenis makanan yang satu ini. Hampir semua orang pasti pernah mencicipinya. Gerai yang menyajikan makanan khas Palembang ini pun lumayan tersebar. Secara keseluruhan mungkin rasa pempek  dari satu tempat dengan tempat lainnya tak jauh berbeda. Kuah pempeklah yang biasanya membedakan.
   Nah, tempat makan pempek yang mau saya bahas kali ini letaknya di daerah Kober, Margonda, Depok. Buat mahasiswa UI pasti nama Kober sudah tak asing lagi ditelinga. Di daerah ini banyak sekali penjual makanan yang sedap-sedap dengan harga yang terjangkau (maklum daerah kampus). Warung pempek yang saya singgahi ini awalnya diperkenalkan oleh seorang teman. Saya sebenarnya punya satu tempat langganan pempek di daerah Pal. Tapi untuk kali ini saya mencoba yang Pempek  Kober.
   Cukup banyak variasi yang ditawarkan tempat ini. Misalnya disini disediakan pempek kulit, lenjer, adaan, bulat, tahu, hingga si master piece kapal selam. Saya langsung pesan apa yang beberapa jenis. Tak lama berselang pesanan saya datang, (eng..ing..eeeenggg) langsung saja saya santap. Waw, nice! Rasanya enak, tidak mengecewakan. Kuahnya pun pas, lumayan pedaas (untuk ukuran saya).  Harga dan tempatnya pun lumayan, kita juga tak perlu menunggu lama hingga pesanan datang. Jadi, kalau saya simpulkan over all tempat ini good!hehee...

Jumat, 25 Februari 2011

Camilan Teman Temaannn...

    Sekarang kita ngomongin camilan yuk! Suka ngemil kah teman-teman? Saya sangat suka, bahkan ketimbang makan 'besar' saya lebih senang ngemil. Nah, kalau bicara soal camilan ini ada buanyak banget jenisnya. Dari yang gampang didapat sampai yang sulit. Dari yang murah hingga yang mahal. Cemilan sendiri menurut saya penting nggak penting ya, eh penting banget deng. Beriikut ini dua camilan yang sangat saya cintai plus satu camilan yang baru saya coba.
   Pertama, emm saya menyebutnya risol (tapi yang ini jenisnya apa ya) intinya seperti risol tapi isinya udah dan mayonnaise. Heemmm, rasanya enaakkk banget. Saya temui camulan ini di Kemirinya Pejaten Village, tapi harga untuk seporsi 'risol' ini lumayan menyebalkan. Untungnya rasanya memang top markotop kalau kata Pak Bondan. heehee
   Kedua, Asinan! Ini dia yang juga nggak kalah dahsyaat... Segar apa lagi kerupuk kuning keriting yang nemenin di atasnya. Asinan ini diperkenalkan pada saya oleh salah satu teman, untuk mendapatkan seporsi asinan ini kamu tinggal datang ke Warung Soto Betawi Bang Sawit. Letaknya di sebelah Rodalink Margonda. Pedasnya pas manisnya pun pas. Sedap deh pokoknya.
   Ketiga, yang satu ini saya benar-benar baru kali pertama mencobanya. Namanya sih sudah lama terdengar tapi baru kali ini saya berhasil mencicipinya. (halaahh). Yup, Takoyakiiiii!!! makanan ini kalau nggak salah berasal dari Jepang. Bentuknya bulat seperti tahu bulat hanya saja di dalamnya ada secuil gurita. Hah Gurita!?! iyaa benar gurita. Rasa gurita menurut saya tidak jauh berbeda dengan cumi, kepala cumi lebih tepatnya. hehehe. Bagian atas di beri mayonnaise dan taburan , apa ya, semacam serutan ikan. Lucu deh rasanya.
  Sekian dulu cerita soal camilan-camilan saya. Mari terus berburu makanan!

Khas Aceh di Ps. Minggu


   Masakan Aceh rasanya satu dari beragam macam kuliner Nusantara yang saat ini cukup banyak kita temui disekitar. Meski tak semenjamur masakan Padang, namun Rumah Makan Aceh tidak lagi sulit ditemukan di Jakarta dan sekitarnya. Saya pun termasuk penikmat masakan Aceh. Menurut saya rasanya yang unik, mengingatkan saya dengan cita rasa asia seperti Malaysia, Singapura, India, hingga sedikit sentuhan Timur Tengah (halaaahh). 
   Nah, dekat kantor saya (tidak jauh dari putaran balik Poltangan, Ps. Minggu). Ada sebuah rumah makan Aceh, namanya Jambu Kupi. Sayangnya tempat makan ini baru buka tepat saat teman kerja saya yang berasal dari Aceh pulang ke kampung halamannya. Jadi, tidak sempat mengajak dia kesana buat sekedar sharing apa perbedaanya dengan masakan di Aceh sana.
    Saya sudah mencoba beberapa menu dirumah makan ini. Rasanya hampir semua bersahabat dengan lidah. Saya paling suka 
roti cane-nya, entah kenapa tapi ini jadi salah satu makanan favorit saya kalau ke sini. Minumannya saya suka sekali es teh tariknya, rasanya pas. Sementara urusan harga nih, rumah makan ini membandrol dengan harga standarlah. Tidak terlalu mahal juga tidak murah.
  Berbagai jenis makanan  dan minuman dari profinsi paling ujung Indonesia ini dihadirkan Jambo Kupi. Sebut saja Mie Aceh, martabak, roti cane, nasi guri,  roti jala, dan banyak lagi. Minuman khas Aceh pun tak kalah meramaikan mulai dari teh tarik, hingga kopi ulee kareng. Yup, senang rasanya menemukan satu lagi tempat makan unik di Jakarta. Jadi bertambah deh alternatif pilihan tempat makan.